You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengawasan pangan pasar tradisional jaktim nur
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pemkot Jaktim Intensifkan Pengawasan Pangan di Enam Pasar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu di enam pasar tradisional. Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 personel gabungan ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto.

"Kandungan zat berbahaya"

Kusmanto mengatakan, enam pasar yang menjadi lokasi pengawasan yakni Pasar Palmeriam, Pasar Kampung Ambon/Ampera, Pasar Pramuka, Pasar Rawamangun, Pasar Jatinegara, dan Pasar Cawang Kapling. 

Pengawasan Pangan di Jaktim Diintensifkan Jelang Ramadan

"Dari seluruh lokasi itu, Pasar Palmeriam dijadikan titik pemeriksaan laboratorium langsung (on the spot) menggunakan laboratorium keliling," ujarnya, Selasa (21/4).

Kusmanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat, sekaligus memantau harga dan ketersediaan bahan pokok.

"Kami memeriksa berbagai komoditas seperti sayur-mayur, buah-buahan, beras, daging sapi, daging ayam, hingga ikan," terangnya.

Menurutnya, sampel dari masing-masing pasar diambil dan diuji di laboratorium mobile yang disiagakan di Pasar Palmeriam. Pemeriksaan meliputi kandungan Residu Pestisida, Formalin, Klorin, dan zat berbahaya lainnya.

"Jika ditemukan kandungan zat berbahaya, komoditas tersebut langsung kami tarik dari peredaran," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Thomas Rudiyanto menambahkan, total terdapat 90 sampel yang diperiksa, masing-masing 15 sampel dari setiap pasar.

"Komoditas yang diuji meliputi produk pertanian dan peternakan seperti sayuran, buah-buahan, beras, daging ayam, dan daging sapi," bebernya.

Ia menyampaikan, dari hasil uji diketahui sampel komoditas nangka sayur yang mengandung Formalin. Temuan tersebut berasal dari salah satu pedagang di Pasar Cawang Kapling.

Terhadap temuan tersebut, petugas langsung melakukan pemusnahan untuk mencegah produk berbahaya dikonsumsi masyarakat. 

"Pedagang yang menjual nangka itu sudah langsung diberikan pembinaan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

    access_time11-07-2026 remove_red_eye7378 personTiyo Surya Sakti
  2. SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

    access_time13-07-2026 remove_red_eye1311 personDessy Suciati
  3. Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir

    access_time08-07-2026 remove_red_eye1085 personTiyo Surya Sakti
  4. Pecahkan Rekor MURI, 2.445 Anak Ikuti Khitanan Massal PAM Jaya

    access_time08-07-2026 remove_red_eye1082 personDessy Suciati
  5. Resmikan Halte Swadharma Paragon, Pramono Dorong Skema Pembiayaan Kreatif dengan Swasta

    access_time09-07-2026 remove_red_eye966 personDessy Suciati